Sabar

Allah, Tuhan seru sekalian alam, bersabda bahwa kita, makhluknya untuk meminta tolong dengan sabar dan shalat. Shalat dengan mendirikannya. Dan sabar?

Sabar ada beberapa jenis, yaitu sabar menjalankan perintah, sabar menjauhi larangan, sabar menghadapi ketentuan Allah.

Sabar sendiri secara bahasa berarti menahan. Namun, dalam penerapannya, menjadi salah kaprah. Sabar hanya diartikan sebagai rem agar suatu aktifitas berjalan lamban dan melamban.

Pahlawan China dalam pendudukan Portugis, Wong Fei Hung, pernah menghancurkan hiasan kaligrafi huruf China yang berarti sabar, karena prihatin dengan pengartian kata sabar yang hanya diartikan sebagai lamban bergerak.

Dalam sebuah aktifitas sosial yang dibangun bersama-sama, sabar yang berarti lamban adalah tidak bisa secara absolut dibenarkan. Sabar di sini seharusnya diartikan sebagai secara istikomah dan konsisten menjalankan apa yang telah menjadi rencana bersama dengan tetap gigih memperjuangkannya. Untuk itu memang harus diperlukan perencanaan terlebih dahulu daripada sudah terlanjur berjalan namun tidak benar. Perencanaan yang tepat berdasarkan tujuan, visi, dan misi yang sudah ditentukan sebelumnya. Maka proses konsisten menjalankan tahapan yang telah direncanakan pada hakikatnya adalah proses pencapaian tujuan itu sendiri.

Mari kita bersabar secara aktif.

Kacamata

Kadang manusia hanya melihat dengan satu kacamata, kacamata dia sendiri tanpa mau mempedulikan kacamata orang lain.

Kacamata, point of view atau sudut pandang, biasanya diperoleh dari kemampuan seseorang menerima dan menterjemahkan suatu informasi dalam pikirannya. Terkadang seseorang menerima informasi tidak secara menyeluruh, kadang hanya bagian suatu informasi atau kadang masih pada tahap tertentu belum menyeluruh. Namun, payahnya, banyak orang menerima sebagian informasi tersebut menjadi satu informasi yang satu-satunya benar, dan lainnya adalah SALAH! Masya Allah.

Memperoleh informasi adalah melalui suatu proses pemerolehan informasi (baik secara aktif mencari atau pasif menerima) dapat digambarkan seperti beberapa orang yang sedang menyimpulkan seekor gajah dengan kemampuannya. Pada orang buta mungkin melakukan secara aktif dengan perabaan atau secara pasif mendengarkan, pada orang tidak buta mungkin bisa melakukan secara aktif dengan penglihatan.

Pun demikian, seseorang yang tidak buta pun meski dapat melihat seekor gajah, memerlukan proses pembelajaran tersendiri (walau sangat sederhana) untuk menentukan bahwa makhluk yang sedang dilihatnya adalah benar-benar seekor gajah, bukan boneka gajah ataupun gambar gajah tiga dimensi.

Kawan, terminologi orang dan proses mengetahui seekor gajah di atas tadi, mari kita bawa ke kalam ilmu Ilahi yang terhampar di dunia (yang kecil ini). Bahwa pasti dan pasti kita untuk mengetahui sesuatu memerlukan proses pembelajaran pengetahuan. Maka bagi kita di tengah kalam ilmu Ilahi yang sangat luas ini, jangan pernah menyombongkan diri dengan apa yang telah kita ketahui. Setinggi apapun ilmu Anda, jangan pernah menyombongkan diri bahwa Anda yang paling berilmu. Karena kesombongan adalah pakaian Ilahi yang tidak boleh dipergunakan oleh makhluknya.

Maka, jangan pernah berhenti belajar mengenai ilmu yang terhampar ini, selanjutnya sedikit demi sedikit ditularkan, dan jangan pernah merasa sombong dengan merasa benar sendiri, dan apalagi sampai mempersalahkan orang lain yang berbeda pendapat. Perbedaan adalah rahmat dan perpecahan adalah menuju murka Ilahi. Maka, silakan berbeda pendapat namun tetap dalam tali Ilahi.

Terima kasih,

Doakan Aku Kawan

Doakan aku kawan...

Dalam beberapa bulan ini, di tengah kesibukan kerja di kantor yang hmmm... cukup berat sehingga kadang susah bernafas... hehehe

Sedikit demi sedikit mencoba menyelesaikan pr (pekerjaan rumah) tugas akhirku di pasca sarjana ITS. Sekitar bulan Juni, dengar kabar dari kawan Surabaya jadwal maju sidang adalah bulan Agustus, masih tenanglah kita, masih keburu.

Eh, ternyata jadwal tersebut dimajukan bulan Juli ini.. watuuhh...

Terpaksa beberapa hari ini ke Surabaya, cuti buat menyepi buat nyelesai-in pr itu. Sebel juga sih, kerja sampai larut malam, eh pagi. Tapi ndak papa, tenang saja.

Btw, doakan aku kawan, semoga kuat dan segera selesai serta lancar dalam sidang nanti.

Aku rasakan hal ini persis seperti jerawatku dulu yang  persis di atas hidung, selalu jadi beban! Semoga 'jerawat' itu lekas kempes dan dapat 'berlari' kembali mengejar Jakarta...

Bersyukurlah kawan!

Kawan, di tengah kebiasaan Anda, pernakah Anda merenung akan nikmat yang selalu kita rasakan? Atau bahkan kita termasuk sebaliknya, selalu mendurhakai nikmat yang kita terima dengan selalu merasa kurang dan kurang?

Kawan, sederhana saja, kalau Anda adalah orang sudah memperoleh pekerjaan mapan, kira-kira berapa gaji Anda tiap bulan?

Ok, setelah itu coba hitung berapa lama Anda bekerja dalam satu bulan? lebih tepatnya berapa jam? Ok, ditentuin saja deh, satu hari kita kerja delapan jam, kalau satu minggu adalah lima hari kerja berarti satu minggu kita kerja 40 jam. Berarti dalam satu bulan kita kerja selama 160 jam.

Ok ambil 160 jam, terus hitung relatifitas gaji Anda tiap bulan, dan simple saja bagi gaji Anda tiap bulan dengan bilangan 160 jam tadi. Berapa rupiah yang Anda dapatkan per jam?!

Kawan, bersyukurlah, karena bisa jadi banyak orang, banyak masyarakat, banyak kaum yang pendapatan per jamnya masih di bawah Anda.

Maka bersyukurlah, mari melihat kenikmatan dengan kacamata masyarakat yang ada di bawah standart kita. Kalau kita terus melihat ke atas, akan selalu merasa kurang, dan hati-hati bisa kesandung!

Melihat ke atas bisa jadi hanya untuk spirit, jangan dijadikan acuan kehidupan sehingga kita selalu merasa kurang dan kurang!

Tunggu

Kanjeng Nabi dawuh dalam sebuah hadist, 'barang siapa mencari muka di hadapan manusia dengan membelakangi Allah, maka tunggulah suatu masa di mana Allah akan menjatuhkannya di hadapan manusia'.

Hendaknya hadist ini dijadikan acuan untuk bermuamalah, berhubungan antar manusia dan bila ditarik sebagai konteks hubungan budaya bangsa, hendaknya menjadi acuan untuk saling menghormati antar bangsa. Dalam hadist menggunakan kata manusia, bukan muslim ataupun mukmin, artinya berlaku untuk semua manusia tidak terlepas suku bangsa ataupun agama.

Maka, ketika Anda korupsi dan merugikan banyak orang, tunggu suatu ketika Anda ditagih oleh Allah. Jangka pendek di dunia ketika Anda masih hidup, bersyukurlah kalau dibuka di dunia, karena Anda bisa bertobat, namun bagaimana kalau dibukanya setelah Anda meninggal? Na'udzubillah.

Tukang Perbaiki Payung

Musim panas di perkampungan Jakarta, ada langkah gontai seseorang sambil bawa seonggok barang yang dipanggulnya.

Kudekati, ternyata dia menawarkan jasa memperbaiki payung.

Aku heran, di Jakarta yang harga payung sangat-sangat terjangkau, dan di musim panas tanpa hujan ini, ada orang yang nawarin perbaikan payung?

Masya Allah...

Berapa duit dia dapat dari memperbaiki payung, berapa orang yang mau memperbaiki payung di daerah Jakarta (daerah yang merasa payung jelek, lebih baik dibuang dan beli baru lagi), berapa jarak yang harus dia tempuh dengan berjalan kaki di tengah panas terik yang memancing haus? Aku heran.

Pelan aku dekati, aku bertanya, rumahnya di mana, mengapa tidak mencoba kerjaan lain yang peluang dapat uang lebih banyak?

Jawabnya singkat, aku bahagia dengan seperti ini, mungkin saya lebih bahagia dari sampeyan.

?

Terima Kasih untuk Bu Tajab dan Bu Sol...

Terima Kasih untuk Bu Tajab dan Bu Sol...
Kalau ada yang tanya sama kamu, siapa sih orang-orang yang berjasa bagi kamu? mungkin akan banyak variasi kali ya. Tapi karena ini blog ane, mestinya terserah ane donk mau cerita apa... hehehe...

Ini nih, orang-orang yang sangat-sangat berjasa bagi saya.
Pertama, guru sejati ane Rasul Muhammad yang setia selalu membimbing kita.
Kedua, Ibu, Ibu, Ibu dan Ayah saya.
Ketiga, Istri dan my little son, Hasyim Muhammad Kreshna 'Ary, engkau berdua sumber spirit bagiku.
Ketiga, Nenek dan saudara sekeliling saya.
Keempat, semua orang yang berada di sekeliling ane, karena mereka saya ada.

Khusus untuk orang-orang yang ada di sekeliling saya, ada secercah memory yang tidak aku lupakan. Kepada Bu Sol dan Bu Tajab, dua ibu yang belum saya kenal yang dengan sabar mau meladeni keinginan cara makan saya (dan teman-teman) yang agak aneh. Aneh karena kekosongan kantong anak kost-kostan di Malang sewaktu di STM Moklet Malang.

Sarapan pagi separo porsi berupa nasi pecel, tahu ndak lo? Separo porsi nasi pecel itu besarannya hampir sama dengan satu porsi nasi pecel! Ini sih akal-akalan arek kost yang kepepet kantongnya. Tapi bukannya Ibu yang sabar-sabar itu tidak tahu, bahkan mereka dengan belas kasihan kadang menambahi 'cuwilan-cuwilan' daging atau tempe goreng, yah syukurlah buat tambah gizi... wahaha...

Saya tak tahu apakah sekarang mereka berdua masih sehat wal afiat ataukah wafat, terima kasihku dengan doaku untuk engkau berdua.

Seperti yang tertulis juga di http://www.fleximania.com/blog/index.php?userId=MTkz

Humor: Mari Kita Baca Pesan mBah Bejo

Humor: Mari Kita Baca Pesan mBah Bejo

mBah Bejo sudah sakit-sakitan dan dibawa ke rumah sakit Jakarta, sudah tiga hari koma karena stokenya kambuh manakala perusahaannya bangkrut dengan banyak tagihan utang. Anak-anaknya menangis tersedu seolah menyerah pasrah bila mBah Bejo dipanggil ke hadirat Allah SWT. Selang infus sudah bergerak sangat lambat... tubuh mBah Bejo sudah tidak banyak bereaksi dengan cairan kesehatan itu.

Anaknya yang paling tua, Romlan berinisiatif memanggil pak Modin untuk membacakan doa-doa perpisahan, agar yang lagi sakit diberikan kemudahan, keikhlasan khas yang muncul, bila memang sudah ajalnya disegerakanlah dicabut nyawanya, bila belum ajalnya mohon segera diberikan kesembuhan.

Sore itu setelah Ashar, mBah Bejo dengan Romlan datang dengan membaca bacaan Yasiin dalam buku-buku kecil yang tipis. Satu per satu sanak saudara dibagikan buku bacaan tersebut. "Mari kita baca bersama dan berdoa untuk kemudahan mBah Bejo, bila sudah saatnya dipanggil agar segera dipanggil, bila belum saatnya semoga diberikan kesehatan", kata pak Modin lirih.

Sanak Saudara pun segera mengambil wudlu dan satu per satu sudah mengikuti bacaan pak Modin yang sudah dimulai beberapa menit yang lalu. Terdengar suara-suara pelan tadarus surat Yasiin sambil sesekali diiringi isakan tangis, beberapa sanak saudara keluar ruangan karena tidak kuat menahan tangisan.

Ajaibnya, setelah bacaan Yasiin sudah mencapai di tengah, terlihat jari tangan mBah Bejo bergerak-gerak kecil, gerakan tanda kehidupan! Pardi, anak kedua mBah Bejo tersenyum memberi isyarat kepada kakaknya, mungkin dalam hati berujar, "Alhamdulillah...". Perlahan mata mBah Bejo mulai terbuka sedikit demi sedikit.

Lebih ajaib lagi setelah selesai membaca Yasiin bersama, perlahan mBah Bejo bisa menoleh untuk melihat sanak saudaranya yang di sekelilingnya, terlihat sanak saudaranya tersenyum dipaksakan. Setelah selesai membaca Yasiin bersama, pak Modin berdiri dari duduknya serta mendekat ke mBah Bejo untuknya memimpin doa, hadirin pun bersama-sama mengangkat tangan.

Ketika selesai membaca doanya, terlihat tangan mBah Bejo memberi isyarat untuk ingin menulis, "Sepertinya mBah Bejo ingin menulis pesan kepada sanak saudara sekalian, ini mBah pulpen sama kertasnya...", terdengar suara pak Modin sambil memberikan pulpen sama sesobek kertas.

Kertas itu dilipat beberapa kali dan ditaruh di saku pak Modin. Setelah menulis pesan tersebut, mBah Bejo terlihat kesulitan bernafas, tersengal-sengal dan beberapa detik kemudian terlihat mBah Bejo memejamkan matanya. Hujan tangis segera terdengar dalam ruangan itu, pak Modin pun segera mengelus-elus kepala mBah Bejo. Doa bersamanya terkabulkan, mBah Bejo diberi kemudahan untuk segera menghadap ke Ilahi Rabbi.

--------------------------------------

Pada waktu proses pemakaman, ketika para pelayat (petakziah) dan sanak saudara mBah Berjo berkumpul untuk penghormatan terakhir. Pak Modin sudah selesai memandikan, mengkafani, dan menshalati sang mayat. Jizim mBah Bejo sudah siap diangkat, manakala cucu-cucunya melaksanakan tradisi bloblosan (berjalan menunduk melintas di bawah keranda yang berisi mayat untuk siap dikuburkan), pak Modin pun memberikan pengantar seperti biasanya.

Sejenak pak Modin terhenti, berpikir sejenak, dan mengucapkan, "Sanak saudara sekalian, saya teringat ada pesan mBah Bejo yang belum saya sampaian, pesan ini dibuat sesaat sebelum beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Mari kita baca bersama pesannya", kata pak Modin melalui pengeras suara.

Perlahan terlihat pak Modin mengambil kertas dari saku bajunya, membuka pelan-pelan lipatannya, dan siap untuk membaca, "hmmm... hmmm...", hanya itu yang keluar dari mulut pak Modin. Hadirin yang semula tertunduk perlahan memperhatikan apa yang terjadi pada tubuh pak Modin, pelan-pelan terlihat tubuh pak Modin terlihat gemetar, gemetar, dan gemetar, dan seketika pak Modin jatuh terjerembab setelah mik-nya terjatuh lebih dulu.

Hadirin pun tergopoh-gopoh untuk menolong pak Modin, Romli sang anak sulung wakil keluarganya, memberanikan diri untuk mengambil secarik kertas dan membacanya perlahan, isinya pesan Bapaknya, "Hee... Din ... pak moddiinnn... minggirrr... selang nafasku kejepit tanganmuuu...".

Gedubrakkk...

Seperti yang juga ditulis di http://www.fleximania.com/blog/index.php?userId=MTkz

Orang Bervisi Terdepan

Orang Bervisi Terdepan
Kehidupan itu hanyalah memilih dari beberapa pilihan yang ada.
Maka cara orang memilih dengan memperhitungkan akibat dan perkembangan beberapa waktu ke depan, disebut orang bervisi ke depan.
Semakin jauh waktu ke depan yang diantisipasi, semakin tinggi pula visi orang tersebut.
Namun, orang yang paling bervisi dalam menentukan suatu pilihan adalah, orang yang dalam menentukan pilihan memperhitungkan akibat di waktu paling jauh, yaitu hidup setelah mati di dunia.

Seperti juga ditulis di http://www.fleximania.com/blog/index.php?userId=MTkz

Gusti Allah Mboten Sare = Ihsan Statement

Gusti Allah Mboten Sare = Ihsan Statement Kalau sampeyan adalah orang Jawa (orang Jakarta nyebut kata Jawa) sebagai orang Jawa Tengahan dan Jawa Timuran, yah kurang lebih sama artinya dengan maksud kata 'Jawa' saya. Saya ulangi, kalau sampeyan orang Jawa seperti artian di atas, mungkin sampeyan pernah dengar ungkapan 'Gusti Allah Mboten Sare'. Orang Jawa dalam mengungkapkan kemakhlukannya dan penghambaannya kepada Allah (Khalik = Sang Maha Pencipta) menyebutnya dengan tambahan sebutan 'Gusti'. Ungkapan 'Gusti Allah Mboten Sare' dapat diartikan bahwa Allah tidak pernah tidur, dengan maksud pengungkapan adalah bahwa Allah tidak pernah tidur dan lalai dalam mengawasi gerak-gerik makhluknya. Dalam konteks keagamaan (Islam), bahwa pernyataan dan pengakuan bahwa Allah selalu mengawasi semua yang dilakukan makhluknya dengan harapan agar sang makhluk tetap setia beribadah dan bertakwa (menjauhi apa yang dilarang dan melaksanakan apa yang diperintah) kepada Allah dalam keadaan apapun, dilihat atau tidak dilihat oleh makhluk yang lain itu disebut dengan tingkatan Muhsin atau pribadinya disebut Ihsan. Artinya dalam konteks ajaran Islam yang dikulturkan dalam budaya Jawa, mengajarkan agar masyarakat atau orang yang mengaku beragama Islam harus senantiasa mampu dan mampu menjadi pribadi-pribadi shaleh yang Ihsan. Ihsan berada di atas tingkatan mukmin dan muslim. Bayangkan kalau konsep kultur Jawa yang Islami ini diugemi (dimengerti, dihayati, dan dilaksanakan), saya yakin korupsi di Indonesia akan dapat diberantas dengan baik. Semoga kita menjadi pribadi yang Ihsan dan selalu merasa kehadiran Allah SWT. Amien.

Seperti juga ditulis di http://www.fleximania.com/blog/index.php?userId=MTkz